Yayasan Pembuka dan Pemberi Terang Pencerdasan Nusantara

Membuka Wawasan, Memberi Terang, Mencerdaskan Bangsa

Lembaga nirlaba di Kabupaten Bekasi yang bekerja bersama masyarakat di bidang pendidikan, sosial-kemanusiaan, keagamaan, lingkungan hidup, dan kemandirian ekonomi.

Berbadan hukum dan terdaftar resmi di Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Visi Yayasan
Mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan berkualitas, penguatan nilai moderasi keagamaan, pelayanan sosial-humanis, serta inovasi riset yang berorientasi pada kesejahteraan, kemandirian ekonomi, dan keberlanjutan masa depan Nusantara.
Pembuka Terang Membuka akses pendidikan dan literasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemberi Terang Memberikan pencerahan nilai, ilmu, dan karakter.
Pencerdasan Nusantara Transformasi SDM Indonesia dan kemandirian ekonomi berbasis keadilan sosial.
Misi Yayasan

Delapan Jalan Kerja Kami

Misi ini menjadi acuan setiap program yang dijalankan yayasan, dari kegiatan harian di tingkat kampung sampai rencana jangka panjang.

  1. Menyelenggarakan pendidikan formal dan nonformal yang inklusif, berkualitas, dan berkarakter.
  2. Mengembangkan program sosial-kemanusiaan yang responsif terhadap masyarakat rentan.
  3. Menguatkan dakwah dan literasi keagamaan yang moderat dan transformatif.
  4. Mengembangkan riset, teknologi terapan, dan inovasi sosial untuk pembangunan berkelanjutan.
  5. Meningkatkan ketahanan pangan dan gizi melalui dapur sosial dan makanan bergizi.
  6. Mendorong pelestarian lingkungan hidup berbasis edukasi dan partisipasi masyarakat.
  7. Meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga dan ekosistem UMKM sosial.
  8. Membangun tata kelola yayasan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Tentang Yayasan

Bekerja Bersama Masyarakat

YAPERDANTARA berkedudukan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kami memulai dari hal-hal sederhana yang bisa dikerjakan hari ini, dan menyiapkan langkah panjang bersama masyarakat.

Yayasan ini lahir dari keyakinan sederhana: perubahan yang bertahan lama dimulai dari pendidikan, dan dari kemauan untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

Kegiatan kami dijalankan bersama warga, sekolah, pesantren, komunitas, dan mitra yang punya perhatian sama. Kami masih di tahap awal, dan setiap program dijalankan sesuai kemampuan yang ada — perlahan, tetapi diusahakan tuntas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Semua laporan kegiatan dan penggunaan dana disusun terbuka dan dapat diminta oleh donatur maupun mitra kerja sama.

Bidang Garap

  • Pendidikan formal & nonformal
  • Sosial dan kemanusiaan
  • Keagamaan
  • Penelitian dan pengembangan
  • Pangan dan gizi
  • Lingkungan hidup
  • Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat
Tokoh Yayasan

Dua Nama di Balik Yayasan

Keduanya sudah lama bergiat di organisasi kemasyarakatan dan pendidikan di Kabupaten Bekasi, jauh sebelum yayasan ini berdiri.

Ketua Dewan Pembina

Dr. H. Muhammad Faesal, M.H., M.Pd.

Putra Bima, Nusa Tenggara Barat, yang tumbuh di lingkungan pesantren dan kini menetap di Kabupaten Bekasi. Perjalanan organisasinya dimulai dari kepengurusan GP Ansor dan Nahdlatul Ulama di tingkat cabang Bekasi sejak akhir 1990-an.

Ia pernah memimpin Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) periode 2018–2023, dan kini menjadi salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang menangani bidang organisasi, keanggotaan, dan kaderisasi. Pengalaman itu yang ia bawa ke YAPERDANTARA — terutama dalam menyiapkan kader dan menata organisasi.

"Khairunnas anfa'uhum linnas — sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya."

Sekretaris Yayasan

Dra. Hj. Vera Susanti, M.Pd.

Akrab disapa Bunda Vera di kalangan penggiat organisasi perempuan Kabupaten Bekasi. Ia memimpin Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Bekasi periode 2017–2022, dan kini duduk sebagai penasihat organisasi tersebut.

Sejak 2019 ia dipercaya menjadi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bekasi, menjembatani puluhan organisasi perempuan dari berbagai latar. Isu yang konsisten ia kawal adalah pendidikan perempuan, ketahanan keluarga, dan kesempatan kerja yang adil bagi perempuan — tiga hal yang juga menjadi arah program yayasan.

"Perempuan yang belajar akan membesarkan keluarga yang belajar."

Susunan Organ Yayasan

Struktur Organisasi

Sesuai akta pendirian, yayasan memiliki tiga organ. Pembina menetapkan arah dan mengangkat dua organ di bawahnya: Pengurus yang menjalankan program, dan Pengawas yang mengawasi jalannya kepengurusan.

Dewan Pembina
Dr. H. Muhammad Faesal, M.H., M.Pd. Ketua Pembina
Rhi. Lathiefa Akmalia Anggota Pembina
Dewan Pengurus

Menyusun dan menjalankan program kerja yayasan.

Rhi. M. Taufiqurrachman, S.T., M.Pd. Ketua Pengurus
Dra. Hj. Vera Susanti, M.Pd. Sekretaris
Mufidatul Hikmah Bendahara
Rhi. M. Ibnu Hibban Wakil Bendahara
Dewan Pengawas

Mengawasi kepengurusan dan memberi nasihat.

Ibnu Zubair Ketua Pengawas
Saeful Anggota Pengawas

Pengurus menyusun program kerja dan laporan tahunan, yang ditandatangani bersama Pengawas, lalu disahkan Pembina dalam rapat tahunan. Masa jabatan Pengurus dan Pengawas adalah lima tahun.

Peta Jalan 2026–2045

Lima Pilar Strategis

Rencana jangka panjang YAPERDANTARA disusun dalam lima pilar yang saling menopang.

Pendidikan & Pencerdasan

Sekolah formal PAUD–SMA/MA, pesantren, hingga perguruan tinggi. Fokus: akses, mutu, karakter, digitalisasi.

PILAR 1

Sosial, Kemanusiaan & Kesejahteraan

Dapur umum, katering gizi, rumah singgah, bantuan bencana, dan perlindungan kelompok rentan.

PILAR 2

Keagamaan & Moralitas Publik

Pesantren, dakwah literasi, ZIS, dan sarana ibadah dengan semangat moderasi beragama.

PILAR 3

Riset, Inovasi & Lingkungan

Pusat riset terapan, program lingkungan hidup, dan teknologi tepat guna menuju green community.

PILAR 4

Kemandirian Ekonomi

Ekonomi berbasis pemberdayaan komunitas, UMKM sosial, dan model pembiayaan berkelanjutan.

PILAR 5
Rencana Kerja

Program Pemberdayaan Masyarakat 2026

Lima program dengan sasaran 1.900 penerima manfaat di sejumlah kabupaten dan kota. Klik tiap program untuk melihat kegiatan, indikator, dan lokasinya.

Kegiatan & Indikator

Penelitian dan pengembangan pendidikan berbasis keterampilan bagi remaja/pemuda dan masyarakat pedesaan. Tolok ukur: tersedianya tenaga kerja siap pakai dengan keahlian sesuai kebutuhan masyarakat urban dan perkotaan.

Fokus Program

  • Akses pendidikan keterampilan
  • Mutu dan skill
  • Karakter skill berbasis ke-Indonesiaan
  • Digitalisasi pembelajaran
Sasaran500 orang
LokasiKab. Bekasi, Bima, Lombok Timur, Bandung, Bogor
Penanggung JawabM. Taufiqurrachman & Miftahussuluh

Kegiatan & Indikator

Pengembangan literasi sosial dan literasi ketahanan keluarga, khususnya bagi masyarakat rentan pangan dan respon bencana. Tolok ukur: tersedianya kader keluarga dan kader sosial yang mampu menjadi pengayom masyarakat di tengah krisis ekonomi.

Fokus Program

  • Ketahanan sosial dan ketahanan keluarga
  • Respon cepat bencana
  • Perlindungan kelompok rentan
Sasaran350 orang
LokasiKab. Bekasi, Cirebon, Bima, Dompu, Bandung Barat
Penanggung JawabVera Susanti & Ana Susana

Kegiatan & Indikator

Implementasi akses dan layanan moderasi beragama, dakwah transformatif, dan pemberdayaan umat dalam bingkai multikulturalisme. Tolok ukur: kader dan masyarakat urban yang toleran dan moderat di tengah masyarakat plural perkotaan.

Fokus Program

  • Moderasi beragama
  • Dakwah transformatif
  • Pemberdayaan umat
Sasaran500 orang
LokasiKota Bekasi, Tangsel, Depok, Bogor, Tangerang, Serang, Cilegon, Bandung, Mataram, Bima
Penanggung JawabMuhammad Faesal & Ibnu Hibban

Kegiatan & Indikator

Riset terapan di bidang ekowisata dan ekovokasi, termasuk program tata kelola lingkungan berbasis SDGs dan pembangunan berkelanjutan menuju Kota Hijau. Tolok ukur: kader yang mampu mengembangkan ekonomi berbasis ekowisata (masyarakat pesisir) dan ekovokasi bagi perempuan urban kota.

Fokus Program

  • Pusat riset terapan
  • Program lingkungan hidup & teknologi tepat guna
  • Evidence-based program, sustainable development, green community
Sasaran250 orang
LokasiKab. Indramayu, Brebes, Serang, Cirebon; Kota Bekasi, Tangerang, Bima, Mataram
Penanggung JawabIbnu Zubair & Mufidah

Kegiatan & Indikator

Berbagai pelatihan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga dan komunitas rentan, mengurangi pengangguran melalui kewirausahaan produktif, menciptakan ekosistem UMKM binaan berbasis sosial (social enterprise), serta mengembangkan ekonomi berbasis pesantren, komunitas, dan desa.

Fokus Program

  • Ekonomi berbasis pemberdayaan & komunitas
  • Exit strategy kemandirian yang jelas
  • Sustainable financing model (aspek lingkungan, sosial, tata kelola)
Sasaran300 orang
LokasiKab. Bekasi, Indramayu, Bandung, Serang, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Dompu
Penanggung JawabTaufiqurrachman, Ibnu Hibban, Ibnu Zubair, Syaeful

Rincian anggaran tiap program tercantum dalam proposal resmi yayasan. Calon mitra dan donatur dapat memintanya melalui email yaperdantara@gmail.com.

Dukungan Program

Ikut Menyalakan Terang

Dukungan dari perorangan, perusahaan, dan lembaga mitra disalurkan langsung untuk program 2026. Setiap donasi kami catat dan laporkan.

Donasi Online

Rp

Pembayaran kartu diproses melalui payment gateway berlisensi Bank Indonesia. Data kartu tidak disimpan di server yayasan.

QRIS - QR Code Standar Pembayaran Nasional, berlogo GPN
YAPERDANTARA, Edukasi
NMID ID1026530965379 · A01
Kode QRIS untuk donasi YAPERDANTARA

Pindai dengan aplikasi apa pun yang berlogo QRIS — mobile banking, GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, dan lainnya. Nominal diisi sendiri saat membayar.

Rekening Resmi Yayasan — Bank Mandiri
156.0027.303.892
a.n. Yayasan Pembuka dan Pemberi Terang Pencerdasan Nusantara

Konfirmasi donasi: setelah transfer, mohon kirim bukti ke email yaperdantara@gmail.com atau WhatsApp 0821-1329-1642 agar kami dapat menerbitkan tanda terima resmi.

Untuk kerja sama program dan CSR perusahaan, silakan hubungi kami — proposal lengkap beserta dokumen legalitas yayasan akan kami kirimkan.

Pilar 4 — Riset, Inovasi & Lingkungan

Ruang Belajar Lingkungan

Materi edukasi gratis untuk masyarakat, sekolah, dan komunitas binaan — mendukung gerakan tanam pohon, pengelolaan sampah, dan kampung hijau YAPERDANTARA.

Pilah Sampah dari Rumah

Dasar pengelolaan sampah rumah tangga dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

  • Organik — sisa makanan, daun → kompos
  • Anorganik — plastik, kertas, kaca → bank sampah
  • Residu & B3 — baterai, lampu → dropbox khusus

Gerakan Tanam Pohon

Satu pohon dewasa menyerap ±22 kg CO₂ per tahun dan menahan air hujan hingga ratusan liter.

  • Pilih bibit lokal (trembesi, mangga, tabebuya)
  • Tanam awal musim hujan
  • Rawat rutin 2 tahun pertama

Kampung Hijau

Model tata kelola lingkungan berbasis RT/RW menuju green community dan Kota Hijau.

  • Bank sampah unit warga
  • Lubang biopori & sumur resapan
  • Urban farming & hidroponik komunitas

Ekowisata Pesisir

Ekonomi masyarakat pesisir berbasis konservasi — fokus riset terapan YAPERDANTARA 2026.

  • Konservasi mangrove & terumbu
  • Wisata edukasi berbasis komunitas
  • Produk UMKM olahan hasil laut

Ekovokasi Perempuan Urban

Pelatihan vokasi ramah lingkungan bagi perempuan kota: daur ulang kreatif hingga jasa perawatan hemat energi.

  • Kerajinan daur ulang bernilai jual
  • Eco-laundry & eco-catering
  • Literasi keuangan hijau

SDGs untuk Komunitas

Program lingkungan YAPERDANTARA selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

  • SDG 11 — Kota & permukiman berkelanjutan
  • SDG 12 — Konsumsi & produksi bertanggung jawab
  • SDG 13 — Penanganan perubahan iklim
1

Kumpulkan Bahan

Sisa sayur, buah, daun kering. Hindari daging, minyak, dan susu agar tidak bau.

2

Susun Berlapis

Selang-seling bahan hijau (basah) dan cokelat (kering) di komposter atau ember berlubang.

3

Jaga Kelembapan

Aduk seminggu sekali. Kelembapan ideal seperti spons diperas — tidak becek, tidak kering.

4

Panen 4–8 Minggu

Kompos matang berwarna cokelat kehitaman, gembur, dan berbau tanah. Siap untuk kebun!

Satu keluarga yang mengompos bisa mengalihkan hingga 60% sampah rumah tangga dari TPA — kontribusi nyata untuk program kampung hijau.

Tata Kelola

Transparansi & Akuntabilitas

Kami menjaga agar setiap rupiah yang dititipkan dapat ditelusuri, dan setiap kegiatan dapat dipertanggungjawabkan.

Tersalin!